DEWAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL 2016

  • Pendahuluan

Dewan Mahasiswa Fakultas atau disingkat dengan DMF merupakan Badan Legislatif yang ada di tingkatan Fakultas. Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (DMF IS) merupakan lembaga yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari delegasi tiap jurusan di Fakultas Ilmu Sosial. DMF IS mengedepankan azaz demokrasi perwakilan. Dalam konteks demokrasi kampus, DMF berkedudukan sebagai lembaga tertinggi mahasiswa fakultas.

Fungsi Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial :

  1. Fungsi Legislasi

Fungsi Legislasi merupakan tugas utama dari dewan mahasiswa fakultas karena dengan fungsi inilah seorang anggota dewan mampu menyalurkan dan menampung aspirasi mahasiswa. Banyaknya produk perundang-undangan yang diciptakan dalam satu periode kerja merupakan salah satu parameter keberhasilan dari DMF. Namun penerapan dan pengaplikasian hukum yang lebih penting.

  1. Fungsi Pengawasan

Fungsi Pengawasan yaitu kewajiban untuk mengawasi kinerja dari lembaga eksekutif fakultas yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan/Prodi (HMJ/P). Hal ini bertujuan agar lembaga eksekutif bekerja secara optimal dan sesuai dengan amanat mahasiswa yang memilih.

  1. Fungsi Anggaran

Fungsi Anggaran keuangan mahasiswa seharusnya di pegang oleh mahasiswa namun pengelolaan keuangan ini dipegang dan diatur penggunaannya oleh Fakultas. DMF sebatas mengetahui dan mengevaluasi kinerja dari sisi kegiatanya.

  1. Fungsi Advokasi

Fungsi advokasi ini dilakukan untuk menyampaikan keluhan, masukan, saran dan kritik mahasiswa kepada pihak pengelola fakultas, agar aspirasi serta permasalahan yang ada dapat terselesaikan.

Tugas dan Wewenang Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Soial:

  1. Tugas DMF IS adalah :
  2. Menetapkan GBHO dan GBPK
  3. Mengawasi kinerja BEM dan HMJ/P
  4. Menyerap dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa
  5. Menetapkan Aturan Dasar Lembaga Kemahasiswaan
  6. Membuat dan menetapkan undang – undang
  7. Meminta pertanggungjawaban Presiden BEM dan HMJ/P
  8. Menyampaikan pertanggungjawaban kepada mahasiswa
  9. Membentuk peraturan kemahasiswaan yang dibahas bersama yang bertujuan untuk mendapat kesepakatan bersama
  10. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan kemahasiswaan;
  11. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab kegiatan kemahasiswaan;
  12. Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa;
  13. Wewenang DMF IS
  14. Mengadakan Sidang
  15. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja BEM dan HMJ/P
  16. Menggunakan hak bertanya kepada presiden BEM dan HMJ/P
  17. Membuat kebijakan untuk mensinergiskan lembaga kemahasiswaan
  18. Ikut serta dalam pengambilan keputusan pada pihak dekanat yang berhubungan dengan mahasiswa
  19. Melakukan fungsi kontrol terhadap kebijakan dekanat yang berhubungan dengan mahasiswa

Kelengkapan Organisasi

Dalam menjalankan fungsinya, DMF IS memiliki alat kelengkapan yaitu sekretariat dan komisi – komisi. Sekretariat adalah alat kelengkapan DMF IS yang bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi, keuangan, perlengkapan, serta penyediaan kebutuhan – kebutuhan DMF IS. Alat kelengkapan ini dipimpin oleh seorang sekretaris yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua DMF IS. Sedangkan untuk menjalankan fungsi – fungsi seperti legislasi, pengawasan, anggaran, dan advokasi. DMF IS membentuk komisi – komisi. Komisi hanya merupakan perpanjangan tangan DMF IS dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, anggaran, dan advokasi. Dalam kondisi tertentu, DMF IS dapat membentuk panitia kerja untuk menindaklanjuti permasalahan – permasalahan tertentu. Misalnya : Terjadi pelanggaran di Badan Eksekutif. Panitia kerja ini terdiri dari anggota – anggota DMF IS yang diusulkan dan ditetapkan dalam rapat paripurna.

Mekanisme Kerja DMF

Kinerja DMF ditunjukkan dalam hal legislasi, pengawasan, anggaran, dan advokasi yang dicerminkan dalam kegiatan – kegiatan seperti Sidang Umum, Sidang Istimewa, Rapat – rapat, serta kegiatan – kegiatan yang sehubungan dengan penggunaan hak keanggotaan DMF IS. Berikut penjelasan dari kegiatan – kegiatan DMF :

  1. Sidang Umum

Sidang Umum adalah rangkaian kegiatan DMF yang bersifat berkala (biasanya dilaksanakan 3 bulan sekali). Sidang Umum berfungsi untuk membentuk peraturan kemahasiswaan, menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, serta membahas hal – hal yang dianggap perlu. Sidang Umum dihadiri oleh seluruh anggota DMF dan pimpinan – pimpinan lembaga – lembaga eksekutif ( misalnya : BEM dan HMJ/P ).

  1. Sidang Istimewa

Sidang Istimewa adalah kegiatan DMF yang bersifat luar biasa dan berfungsi dalam hal – hal antara lain: Penetapan sanksi kelembagaan, dan lain – lain.

  1. Dalam menjalankan tugasnya, DMF memiliki beberapa jenis rapat yaitu :
    1. Rapat Kerja, adalah rapat yang dilakukan guna menjalankan fungsi DMF. Biasanya rapat ini diadakan dengan mitra – mitra kerja DMF. contoh : Rapat Kerja dengan Pimpinan Fakultas mengenai pelaksanaan jajak pendapat mahasiswa.
    2. Rapat Dengar Pendapat, adalah rapat yang bertujuan untuk melakukan dengar pendapat dengan pihak – pihak tertentu yang sifatnya bertujuan untuk mendukung kerja DMF IS.
    3. Rapat Komisi, adalah rapat yang dilakukan oleh internal komisi yang bertujuan untuk menjalankan fungsi komisi. ( Contoh : Rapat Komisi III tentang tindak lanjut penyelewangan pimpinan kelembagaan )
    4. Rapat Paripurna, adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota DMF yang bertujuan untuk menetapkan sebuah keputusan.
    5. Kegiatan lainnya dalam kapasitas sebagai lembaga perwakilan mahasiswa, DMF dapat melaksanakan kegiatan – kegiatan lain yang sifatnya menunjang tugas ke-dewan-an seperti penyelenggaran seminar / lokakarya dengan tema – tema legislatif mahasiswa, melakukan jajak pendapat, memberikan pernyataan sikap, dan lain – lain.

Hak & Kewajiban

Setiap anggota DMF IS berkedudukan sebagai wakil mahasiswa dan setiap anggota DMF memiliki hak yang terdiri dari :

  1. Hak Bertanya, ialah hak untuk mempertanyakan suatu kebijakan
  2. Hak Bicara, ialah hak untuk menyampaikan pendapat
  3. Hak Suara, ialah hak untuk menetapkan sebuah pilihan
  4. Hak Budget, ialah hak untuk mengusulkan anggaran
  5. Hak Inisiatif, ialah hak untuk mengajukan rancangan peraturan kemahasiswaan.

Disamping memiliki hak, anggota DMF juga memiliki kewajiban yaitu :

  1. Menjalankan tugas sebagai wakil mahasiswa
  2. Menghadiri setiap sidang maupun rapat
  3. Rapat yang telah ditetapkan
  4. Melakukan advokasi kepada mahasiswa yang membutuhkan
  5. Menyerap aspirasi mahasiswa yang kemudian dibawa ke dalam sidang maupun rapat – rapat DMF
  6. Menjalankan semua konsekuensi DMF

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *